Tuesday, 10 July 2012

Belajar gratis bisnis forex trading online

Belajar Bisnis Forex Trading Sukar atau Mudah? Pada saat ini bisnis forex trading sudah sangat mudah untuk dilakukan oleh siapapun dan dari manapun. Anda bisa belajar forex maupun melakukan transaksi bisnis forex hanya dengan modal komputer yang tersambung ke internet, baik dari rumah, kantor, warnet, dan darimana saja yang penting ada fasilitas sambungan internet.

Forex trading merupakan pasar terbesar di dunia diukur berdasarkan nilai total transaksi. Dengan transaksi yang begitu besar setiap harinya tentu juga menawarkan keuntungan yang sangat besar pula serta merupakan salah satu kesempatan yang menarik untuk mendapatkan penghasilan secara online.

Forex trading merupakan bisnis investasi yang bisa memberikan keuntungan yang besar tetapi memiliki tingkat resiko tinggi. Bila anda tidak memiliki pengalaman dan ilmu yang cukup bisa dipastikan anda akan mengalami kebangkrutan saat pertama anda melangkahkan kaki anda di bisnis forex ini. Sehingga bagi pemula yang ingin belajar forex trading, sangat disarankan untuk menggunakan “demo account” untuk belajar melakukan trading secara simulasi (virtual trading) terlebih dahulu sampai mahir dan familiar dengan bisnis forex trading.

Setelah itu Anda juga disarankan melatih mental trading (trading psychology) dengan "live trading" atau trading dengan uang real. Karena akan sangat berbeda sekali kondisi psikologis saat trading dengan menggunakan real account. Di sini anda akan mengasah mental trading dan pengedalian diri anda dari rasa takut, tamak, sabar, disiplin dan sebagainya.

Untuk melatih teknis dan mental trading anda dengan resiko yang minim, sebagai trader pemula sebaiknya tidak perlu menggunakan modal yang besar, saya sarankan anda menggunakan broker online terpercaya Yaitu AGEA-Marketiva karena memiliki pelayanan servis trading yang terbukti sangat baik.  Dengan broker ini anda malah tidak perlu mengeluarkan modal, tapi cukup menggunakan bonus uang real $5 yang diberikan saat pendaftaran. Sehingga bila anda mengalami kerugian anda tidak perlu kehilangan uang sedikitpun. Malah pengalaman trading anda semakin terasah.

Kenapa harus Broker AGEA-Marketiva?
Transaksi real maupun belajar Forex Trading di AGEA adalah pilihan terbaik bagi para calon trader dalam mengembangkan ilmu dan pengalaman. Di AGEA, Anda tidak perlu lagi memikirkan modal untuk melakukan forex trading, karena Anda mendapatkan bonus pendaftaran gratis uang $5 yang bisa Anda gunakan untuk "live trading" dan $10,000 virtual money untuk simulasi trading dengan kondisi pasar yang sesungguhnya.

AGEA juga mengizinkan kita untuk memulai bisnis real forex dengan modal $1 (menurut saya bahkan lebih kecil dari itu juga bisa ^_^). Padahal kebanyakan forex broker yang lain hanya menerima dana di atas $500 untuk bertransaksi forex trading di tempat mereka. Oleh karena itu AGEA cocok bagi anda yang memiliki modal kecil tapi ingin langsung belajar dan memperdalam transaksi forex sesungguhnya.

Belajar forex trading dengan metode belajar sambil praktek akan membuat anda lebih cepat memahami segala hal tentang forex trading. Untuk mendukung pengetahuan anda, anda bisa membaca e-book tentang forex, yang bisa anda download, mengikuti forum dan mailing list. Yang semuanya GRATIS buat anda.

Untuk belajar silahkan klik link ini >> BELAJAR FOREX TRADING

Keuntungan Trading Forex di AGEA-Marketiva:

  • Gratis bonus uang $ 5 langsung di live account saat mendaftar
  • Pilihan platform trading yang fleksibel; Streamster dan Metatrader
  • Bebas Komisi
  • Bebas Bunga (0% Overnight Interest)
  • Real Time Quotes, Charts and News
  • Bisa Hedging/Lock (lindung nilai
  • Modal Bebas dan Tanpa Initial Deposit
  • Jarak (Spread) Sell/Buy yang rendah
  • Bisa Trailing Stop (manual
  • Jarak Stop atau Limit kurang dari 2 pips
  • Tersedia pula fasilitas utk otomatis order maupun untuk manual order
  • Contract Size bebas dan fleksibel
  • Fasilitas Chat dan Diskusi online
  • Mudah digunakan dan tidak rumit
  • Mendukung Mini Forex dan Regular
  • Free Trading Signals
  • Layanan Live Support 24 jam
  • Mendukung Pembayaran Bank Wire, Web Money, Liberty Reserve dan E-Dinar
  • Broker aman dan terpercaya sejak tahun 2005

Cara mendaftar di AGEA - Marketiva

Untuk mulai belajar forex trading, anda harus memiliki account dulu di AGEA-Marketiva. Pendaftarannya gratis dan sangat mudah serta tidak membutuhkan waktu yang lama bila mengikuti panduan yang akan diberikan. Anda juga akan langsung mendapatkan hadiah/bonus uang  $5 (5 dollar) yang bisa Anda gunakan untuk melakukan transaksi forex trading secara live.

Silahkan buka website AGEA-Marketiva di sini AGEA-Marketiva atau bisa langsung menuju form pendaftaran dengan mengklik banner di bawah:


Setelah halaman web AGEA-Marketiva terbuka, klik tab "Open Account" pada halaman bagian atas AGEA-Marketiva.


Cara mendaftar gratis AGEA - Marketiva


Isi data anda dengan benar seperti alamat dan email karena akan dikonfirmasikan bila anda ingin melakukan penarikan uang dari account. Untuk kotak pengisian dengan tanda kode * (bintang) dibelakang kotak pengisian, maka berarti kotak itu wajib Anda isi dengan data diri Anda,  sedang bila tanpa tanda bintang di belakangnya maka kotak tidak wajib Anda isi atau boleh dikosongkan.

Cara mendaftar di AGEA Forex


Petunjuk cara pengisian formulir pendaftaran :
  • Username: pilihlah username yang sesuai (terserah Anda), karena akan Anda gunakan untuk login serta chatting dengan sesama trader.
  • Password: minimal 6 karakter gabungan huruf dan angka. contohnya -anara1279 atau rudi456- terserah anda yang penting harus ada huruf dan angka
  • Re-type Password: isi lagi dengan password yang Anda buat sebelumnya 
  • First Name: isi nama depan Anda
  • Last Name: isi nama belakang Anda, jika nama Anda hanya terdiri dari satu suku kata, masukkan nama Anda tersebut di field First Name dan Last Name. Contoh: jika nama Anda adalah Fitri, maka masukkan First Name: Fitri, Last Name: Fitri
  • Stree Address: isi alamat rumah Anda sesuai dengan KTP Anda
  • City:  isi dengan nama kota tempat Anda tinggal
  • Zip / Postal Code: Isi dengan kode pos tempat anda
  • State / Province:  isi dengan nama Provinsi tempat Anda tinggal
  • Country / Region:  Pilih atau isi dengan nama negara anda (pastinya Indonesia)
  • Phone:  isi dengan nomor telephone anda
  • E-mail: diisi alamat e-mail Anda yang masih aktif


PERHATIAN: Seluruh data diri yang Anda isikan harus sama dengan KTP atau SIM Anda, karena akun data Anda akan di-verifikasi dengan KTP atau SIM Anda.

Setelah selesai mengisi data Anda, selanjutnya klik tombol "Continue" untuk melanjutkan ke halaman berikutnya. Di Halaman selanjutnya ini anda juga harus mengisi beberapa kolom isian. Untuk mengisinya lihat intruksi di bawah
  • User Template: pilih Standar Setup
  • Coupon: boleh dikosongkan
  • Recovery Question: Fungsi recovery question adalah untuk memvalidasi bila anda kehilangan password atau keperluan lain. Untuk itu pilih yang paling cocok dengan Anda, misalnya Anda memiliki kucing dengan nama Pus Manis, maka pilih: What is your pet's name?
  • Recovery Answer: dalam contoh ini maka jawaban anda adalah: Pus Manis
  • Education Level:  isi pendidikan terakhir Anda misalnya anda adalah Sarjana maka pilih "Bachelor's Degree"
  • Employment Status:  isi dengan status pekerjaan Anda, mis: pegawai (employed), Wiraswasta (self-employed), kuliah/pelajar (student), atau belum bekerja (unemployed).
  • Annual Income:  isi dengan jumlah penghasilan Anda selama satu tahun. Kalau anda bingung dan tidak yakin mengisi jumlahnya, pilih terserah anda misalnya  USD 10,000 - 25,000. Yang penting harus di isi ^_^)
  • Net Worth:  isi dengan penghasilan bersih anda, Sama dengan di atas pilih terserah anda jika anda tidak yakin mau mengisi apa..  ;))
  • Experience in Securities:  isi dengan lama pengalaman anda di bisnis securities seperti saham, obligasi dsb, kalau tidak ada pengalaman isi saja dengan "None" atau boleh anda isi dengan "< 1 years"
  • Experinces in Derivatives:  isi dengan lama pengalaman anda di pasr Derivative seperti forex, options, index dsb. Kalau tidak ada pengalaman boleh anda isi dengan "None"  atau boleh anda isi dengan "< 1 years"
  • Transaction in Securities:  isi dengan jumlah transaksi anda di bisnis securities selama 1 tahun terakhir. Bisa anda pilih "None" Kalau mmg tidak pernah memiliki pengalaman di bisnis securities.
  • Transaction in Derivatives:    isi dengan jumlah transaksi anda di bisnis Derivatives selama 1 tahun terakhir. Bisa anda pilih "None" Kalau mmg tidak pernah memiliki pengalaman di bisnis Derivatives.
  • Trading Portfolio Size:  isi dengan trading portfolio Anda selama 1 tahun terakhir. Kalau bingun pilih saja < USD 10,000
  • Traded as Professional:  isi dengan "Yes" jika anda memang trader professional atau isi dengan "No" bila anda baru belajar trading ^_^
Setelah selesai mengisi kotak isian, klik tombol "Next" untuk melanjutkan ke halaman berikutnya.

Pada halaman terakhir ini selanjutnya anda diminta membaca aturan dan beberapa kebijakan di AGEA-Marketiva. Kalau ada waktu boleh anda baca semua. kalau tidak juga tidak apa-apa yang paling penting jangan lupa untuk memberi tanda "check" dengan mengklik 2 kotak kecil sebagai tanda Anda menyetujui aturan dan kebijakan yang berlaku di AGEA-Marketiva

Mendaftar di AGEA - Marketiva


Setelah itu klik tombol "Finish" Maka proses pendaftaran Anda sudah selesai



Cara Mem-verifikasi Data Diri Anda


Setelah Anda mendaftar, maka Anda perlu meng-upload data diri Anda untuk diverifikasi. Meski pendaftaran gratis, Anda hanya diizinkan membuka satu account. Anda tidak bisa melakukan penarikan dana sebelum melakukan identifikasi, dan ada kemungkinan account Anda di-suspend (dibekukan) jika Anda menggunakan komputer dengan IP address yang sama dengan trader lain. Karena itu untuk menghindari Akun di suspend segeralah melakukan verifikasi identitas diri sehingga akun anda akan aman. Berikut data yang diperlukan untuk verifikasi:

Untuk verifikasi data diri, Anda harus login terlebih dahulu menggunakan username dan password anda. Setelah melakukan Login, klik pada "Account Center", klik "Services", baru kemudian klik "Identify Yourself". Atau bisa juga klik langsung masuk ke halaman ini Identify Yourself.  Maka akan muncul halaman untuk meng-upload berkas/file seperti ini:


Verifikasi- Cara Mendaftar di AGEA - Marketiva


Sebelumnya anda perlu men-scan berkas yang diperlukan untuk melengkapi syarat verifikasi dari AGEA:
1. "Proof of Identify Image"   Upload berkas yang berisi foto dan data diri Anda di bagian ini.
Untuk itu anda bisa men-scan salah satu berkas seperti KTP atau SIM  atau Pasport atau bisa juga Kartu Mahasiswa, dll. Lalu upload file hasil scan ini melalui kotak "Proof of Identify Image".
2. "Proof of Residential Address Image"   Upload berkas yang berisi  informasi alamat Anda. 
Untuk itu anda bisa men-scan  salah satu berkas seperti data buku tabungan bank yang ada alamat Anda tertera di bukunya, atau nota-nota tagihan listrik, telepon, PAM,  atau bisa juga Kartu Keluarga, dll.  Upload file scan ini melalui kotak  "Proof of Residential Address Image". 
3. Hasil scan berkas data sebaiknya di-edit terlebih dahulu kemudian diupload  dengan image berwarna dengan format file JPEG dan masing-masing file ukurannya tidak boleh lebih dari 250 kb.
Jika terjadi kegagalan kirim saat meng-upload maka ada kemungkinan server di AGEA-Marketiva sedang sibuk., Anda bisa mencoba lagi pada jam-jam yang diperkirakan tidak sibuk. Dan hindari mengirim berkas/ file pada hari libur trading Sabtu dan Minggu karena biasanya sering terjadi gagal terkirim.
Setelah mengupload data, agar proses verifikasi lebih cepat Anda bisa melapor ke Live Support yang ada di situs AGEA-Marketiva. Di bagian Live Support ini Anda bisa berbicara/chatting denga para Asisten / Customer Service AGEA-Marketiva dalam bahasa Indonesia. Biasanya Anda akan dibantu bila ada hal yang masih diperlukan atau kurang lengkap saat mengupload data. 

Apa Itu Support Dan Apa Itu Resistance?

Dalam bisnis forex trading sangat peting sekali untuk mengenal dan memahami dengan apa yang disebut garis "Support" dan garis "Resistance". Yang jelas ini bukan nama makanan lho...

Bagi yang belum tahu silahkan baca terus mudah-mudahan bisa membantu Anda, Dan bila sudah merasa terbantu jangan lupa doakan Saya biar profit terus :)

Pada prinsipnya garis support merupakan sebuah level atau titik dimana harga tidak akan bergerak turun lagi (tertahan pada batas bawah) sedangkan garis resistance merupakan sebuah level atau titik dimana harga tidak akan bergerak naik lagi (tertahan pada batas atas)

Jadi garis support dan resistance ini bisa digunakan untuk memprediksikan batas pergerakan harga dan juga bisa digunakan untuk memprediksikan arah pergerakan harga berikutnya.

Sudah ngerti apa belum maksudnya, teman-temanku tercinta???..... Kalau belum, Saya persilahkan lihat gambar dibawah ini aja deh biar lebih gampang. Coba lihat contoh garis "Support" dan "Resistance"
Garis support digambar dengan menarik garis dari minimal 2 titik terendah dari harga pada periode waktu tertentu.



Garis resistance digambar dengan menarik garis dari minimal 2 titik tertinggi dari harga pada periode waktu tertentu


Formasi lain dari garis support dan resistance saat trend harga turun membentuk channel


Secara psikologis (ceiilee...) garis support dan garis resistance ini juga menggambarkan apa yang sedang terjadi di pasar (pasar forex maksudnya, bukan pasar senen apalagi pasar rumput hehehe...) yang berhubungan dengan hukum penawaran dan permintaan (supply and demand).

Saat harga mendekat garis support, pasar akan bereaksi secara psikologis menganggap harga sudah terlalu rendah (over sold). Dan karena harga rendah maka akan timbul minat untuk membeli (ditambah aksi profit taking dari posisi sell). Disebabkan minat beli (buy) lebih banyak dari pada jual (sell) maka harga akan beranjak naik menjauh lagi dari garis support.

Sedangkan saat harga mendekat garis resistance, pasar akan bereaksi secara psikologis menganggap harga sudah terlalu tinggi (over bought). Dan karena harga tinggi maka akan timbul minat untuk menjual (ditambah aksi profit taking dari posisi buy). Disebabkan minat jual (sell) lebih banyak dari pada beli (buy) maka harga akan beranjak turun menjauh lagi dari garis resistance.

Kondisi pasar seperti ini tentu saja bukan sesuatu hal yang selalu "pasti" terjadi, adakalanya garis-garis ini tertembus dan harga bergerak terus ke atas menembus garis resistance atau bergerak ke bawah menembus garis support. Bila hal ini terjadi penentuan garis support dan resistance akan berubah, contoh misalnya garis support tertembus ke bawah dan harga turun terus sampai mencapai level tertentu, maka dalam hal ini garis support tadi berubah fungsinya menjadi garis resistance untuk pergerakan harga berikutnya.


Area antara garis support dan resistance ini sering disebut dengan support/resistance area. Pergerakan harga dapat saja menembus area ini disebabkan salah satu dari dua faktor yaitu; jumlah percobaan untuk menembus garis support lebih banyak dari pada jumlah percobaan dimana harga berusaha menembus garis resistance (begitu pula sebaliknya), faktor yang kedua berhubungan dengan penjelasan diatas mengenai suply and demand dimana jumlah penjual (seller) lebih banyak dari jumlah pembeli (buyer) sehingga terjadi penembusan garis support (downside breakout) dan begitupula sebaliknya jumlah pembelinya lebih banyak dari jumlah penjual sehingga terjadi penembusan garis resistance (upside breakout).

Sehingga bila kita melihat harga berulangkali berusaha menjebol garis resistance lebih banyak dari pada garis support, maka bisa diartikan kemungkinan jumlah transaksi pembelian terjadi pada level ini cukup besar dan pergerakan harga kemungkinan besar akan menembus garis resistance, dan begitu pula sebaliknya untuk garis support.

Sekian dulu tentang support dan resistance Saya yakin Anda sudah paham paling tidak secuil dua cuil pasti nyangkut di hati sanubari (emangnya lagu cinta apa?). Kalau tidak paham juga?... Suatu saat Anda pasti akan paham.......

Pivot Point

Pivot point merupakan suatu level yang digunakan para trader untuk memprediksi garis support dan garis resistance. Pivot point termasuk dalam analisa teknikal meskipun bukan suatu indikator tetapi penggunaanya dalam forex trading cukup populer terutama dalam menentukan arah pergerakan harga dan titik entry maupun exit.

Dengan menggunakan rumus perhitungan aritmetika sederhana dan data harga hari sebelumnya (High, Low, dan Close) Anda sudah bisa menentukan garis pivot point beserta garis support dan garis resistance. Seperti Anda ketahui setiap hari pergerakan harga di grafik harga yang lihat memiliki data-data High, Low, dan Close (H, L, C), data-data inilah yang Anda gunakan untuk menentukan pivot point.

Anda kan melihat market seringkali bereaksi terhadap garis pivot ini, dikarenakan banyak sekali trader yang menggunakn sistem ini untuk menentukan entry dan exit. Hal ini tentunya akan membuat Anda lebih mudah untuk memprediksi pergerakan harga disamping menggabungnya dengan indikator lain.

Dalam trading Anda tidak perlu repot-repot menghitung sendiri garis pivot ini, karena di internet ini sudah banyak software gratis untuk menghitung pivot dan teman-temannya (suport dan resistance). Salah satu software yang cukup bagus bisa Anda download di sini, klik aja ini. Dan untuk metatrader 4 klik di sini

Tetapi cara perhitungan ini perlu Anda ketahui juga agar ilmu yang Anda pelajari di sekolah dulu tidak hilang (pelajaran matimatian itu looh), dan bila Anda adalah seorang ahli berhitung matimatian, barangkali dengan mempelajari rumus-rumus pivot ini mungkin saja Anda akan menemukan rumus lain yang lebih canggih dari rumus pivot ini, misalnya rumus bagaimana caranya membuat nilai rupiah jadi lebih tinggi dari dollar; Rp 1 = USD 10.000
(Haduuh!!! kenapa tukang nge-blog ini rada ngawur gini yaa?? Salah minum obat kali..... ) maaf pembaca.. saya nyeruput kopi saya dulu biar normal kembali.

Sekarang kita lihat rumus untuk menghitung garis pivot ini beserta garis support dan garis resistance. PERHATIAN : Yang tidak terbiasa melihat rumus2 matematika dari bayi sebaiknya tutup mata dan langkahi bagian ini beberapa paragraph, kemudian langsung membuka browser baru untuk melihat gadis-gadis manis nan bahenol di browser lain.. hihihihi. (haduuuuh eling pak... ini kopinya diminum dulu yang bapak minum tadi kobokan. ....... seruput lagi aah)

Resistance 3 = High + 2 x (Pivot - Low)
Resistance 2 = Pivot + (R1 - S1)
Resistance 1 = 2 x Pivot - Low
Pivot Point = ( High + Close + Low )/3
Support 1 = 2 x Pivot - High
Support 2 = Pivot - (R1 - S1)
Support 3 = Low - 2 x (High - Pivot)

Aaah kecil kalo cuman hitungan begini sih.... gampang....! Pake kalkulator pivot aja ya.. enggak??? Hihihi soalnya kalao ngitung dulu baru trading barangkali sudah ketinggalan harga kali??

Jadi seperti Anda lihat hanya dengan data HLC hari kemarin, Anda sudah memiliki 7 buah garis, 1 garis pivot point (tengah), 3 buah garis resistance (atas) dan 3 buah garis support (bawah). tetapi yang paling penting Anda perhatikan di sini adalah tiga buah garis yaitu garis Pivot, garis resistance 1 dan garis support 1.

Bila sudah ditentukan garis pivot point dengan data HLC harga kemarin, dan pada hari ini harga pembukaan (open) berada di atas garis pivot maka bisa diperkirakan harga akan cenderung bergerak naik ke atas, sebaliknya bila harga pembukaan hari ini di bawah garis pivot maka harga diperkirakan cenderung akan bergerak turun.

Bila harga mendekati garis Support, kemungkinan harga akan revesal/berbalik kembali ke atas atau jika trend turun sangat kuat, maka harga akan menembus garis support dan trend turun akan semakin kuat.

Jika harga mendekati garis resistance maka harga akan reversal/berbalik kembali ke bawah, namun jika trend naik sangat kuat (biasanya pengaruh berita ekonomi) maka harga akan menembus garis resistance dan trend naik akan menjadi semakin kuat.

Jika garis support 1 atau resistance 1 tertembus maka pemain jangka pendek akan tertarik untuk masuk pasar. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap suply and demand yang terjadi sehingga berpotensi meneruskan pergerakan harga. Dan jika garis support 2 atau garis resistance 2 tertembus juga maka pemain jangka menengah dan panjang akan ikut untuk mengambil posisi jual atau beli.

Banyak sekali strategi yang bisa dikembangkan dengan menggunakan pivot point. Seperti misalnya menggabungkan garis-garis yang dibentuk dari pivot ini dengan melihat formasi reversal candlestick (doji, hanging man, shooting star, dll). Dengan melihat formasi sebuah doji atau hangin man yang merupakan sebuah signal reversal di dekat garis resistance, maka Anda harus berhati-hati karena potensi perubahan pergerakan harga sangat besat atau bila Anda bermaksud untuk entry posisi maka inilah saat yang baik untuk mengambil posisi sell.

Di bawah ini adalah contoh-contoh trading menggunakan garis pivot sebagi analisa pelengkap yang Anda bisa gunakan dengan teknik trading lainnya. Contoh teknik trading dengan pivot point ini saya ambil dari artikel di www.traderjuice.com oleh Mark McRae. Moga-moga bermanfaat;


Data ini diambil tanggal 12 Agustus 2004 (jaman baheula tapi tetap mantep buat contoh trading)
Anggaplah kita memiliki data EUR/USD pada hari sebelumnya
High - 1.2297
Low - 1.2213
Close - 1.2249


Maka data tadi bila dihitung akan menghasilkan nilai yang membentuk 7 buah garis;

Resistance 3 = 1.2377
Resistance 2 = 1.2337
Resistance 1 = 1.2293
Pivot Point = 1.2253
Support 1 = 1.2209
Support 2 = 1.2169
Support 3 = 1.2125

Sekarang lihat gambar grafik 5 menit EUR/USD


Garis bewarna hijau merupakan garis pivot, garis berwarna biru merupakan garis resistance (R1, R2, dan R3), dan garis berwarna merah merupakan garis support (S1, S2, dan S3).

Sekarang kitalihat bagaimana trading menggunakan garis ini;

1. Breakout Trade
Pada permulaan hari harga berada di bawah garis pivot, maka kita akan cenderung untuk melakukan trading dengan posisi sell atau short. Sebuah channel terbentuk dan kita menggungu terjadi break down pada garis channel. Untuk melakukan trading dengan teknikini tentu kita harus memesan harga di bawah garis channel (sell stop order), stop loss di setting di atas garis channel bagian atas, dan target point terletak pada garis S1. Yang jadi masalah pada trading saat ini adalah garis S1 sangat dekat dengan entry point, sehingga target profit sangat kecil yaitu sekitar 13 pips. Teknik ini cukup baik dan tentunya suatu saat teknik ini bisa diterapkan dengan target profit yang lebih besar.


2.Pullback Trade
Contoh trading dengan teknik ini; saat harga sudah turun melewati S1 dan berbalik lagi, maka entry point di setting atau di order beberapa pip di bawah garis Support yang merupakan garis yang terbentuk dari harga terendah sebelum harga mengalami pullback, Stop loss di setting beberapa pip di atas harga tertinggi saat pullback, dan target profit adalah S2. Pada gambar di bawah sayangnya kasus tidak mendukung trade dengan teknik ini karena antara entry dan S2 (target) terlalu dekat - jadi kalau kasusnya seperti ini jangan pake teknik pullback ini ya- . Selain itu harga entry order juga tidak tersentuh karena harga memperlihatkan kondisi sentimen pasar yang mulai berubah.





3. Breakout of Resistance
Sebagai kelanjutan trading di atas, setelah melihat perubahan pasar, harga bergerak menuju S1 dan membentuk channel (congestian area). Hal ini merupakan signal yang cukup baik. Teknik trading dengan breakout ini; entry order di setting beberapa pip di atas garis channel atas, dan stop loss di setting beberapa pip di bawah garis channel bawah. Untuk target, jika Anda trading dengan lebih dari satu lot, maka Anda bisa meng-close sebagian posisi, pada saat harga dekat dengan garis pivot. Dan untuk sisa lot, perkecil stop loss dan lihat reaksi pasar terhadap garis pivot, jika psar bereaksi positif menembus garis pivot maka target kedua Anda adalah garis R1.





4.Teknik Tingkat Lanjut
Seperti yang dikatakan oleh om Mark mcRae, banyak sekali teknik yang bisa digunakan dengan pivot point. Untuk trading tingkat lanjut adalah dengan memakai metode 2 garis MA (moving average) yang bersilangan sebagi filter atau konfirmasi validnya tidaknya breakout. Anda bahkan dapat menggunakan indikator lain untuk lebih memastikan kondisi pasar . Tetpai harus diingat signal yang diikuti adalah breakout levelnya sedangkan indikator hanya sebagai konfirmasi




Resiko manajemen dalam forex

Forex trading tergolong sebagai investasi yang sifatnya high risk. Artinya forex trading tergolong memiliki resiko tinggi. Salah satu yang tertinggi diantara instrumen investasi keuangan lainnya.

Faktor resiko yang harus Anda ketahui sebelum memulai forex trading :
· Memiliki kemungkinan kehilangan dana 100%
· Arus dana sangat cepat (very liquid)
· Tidak ada metode trading yang dapat menjamin Anda pasti untung 100%. Ada banyak metode trading yang bagus namun tidak ada satu pun yang dapat menjamin pasti untung 100%
Forex trading bukanlah sebuah “quick rich scheme” yang dapat membuat Anda kaya mendadak tanpa harus bekerja keras. Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras. Kerja keras merupakan bagian yang tak terpisahkan dari mereka yang mengalami kesuksesan finansial dalam hidupnya. Termasuk mereka yang sukses melalui forex trading.

Diperlukan kerja keras untuk mempelajari analisa dan perilaku pasar sehingga kita dapat menebak arah pergerakan harga dengan akurat. Begitu juga diperlukan mental ekstra ketika hasil trading tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Tanyakanlah pada trader-trader sukses yang Anda kenal, apakah mereka pernah mengalami jatuh bangun dalam trading mereka. Dan jawabannya hampir pasti adalah “ya”. Kesuksesan hanyalah disediakan bagi mereka yang mau berusaha dan belajar terus menerus meperbaiki dirinya.

Nah berkaitan dengan resiko yang harus dihadapi jika kita hendak memulai investasi di forex, diperlukan kiat-kiat khusus untuk memperkecil, atau bahkan membalikkan posisi kita yang tadinya minus menjadi kembali positif dan memperoleh untung. Berikut beberapa kiat dan manajemen resiko yang bisa Anda ambil:

1. Cut loss
Merupakan aksi menutup posisi Anda yang berlawanan dengan pergerakan harga pasar. Cut loss digunakan untuk membatasi kerugian yang dialami sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.

Sebagai contoh, katakanlah kita sedang membuka posisi kita pada GBPUSD Open Buy pada harga 1.8000. Membuka posisi Buy berarti kita mengharapkan harga naik melebihi 1.8000 sehingga kita memperoleh untung. Harapan kita harga bergerak misalnya hingga 1.8100 sehingga kita bisa memperoleh profit 100 point. Namun apa daya, ternyata harga bergerak berlawanan dengan yang kita harapkan. Ternyata harga bergerak turun terus menerus dari 1.8000 menjadi 1.7980 dan masih menunjukkan tendensi turun.

Nah daripada kita mengalami kerugian lebih lanjut dan akhirnya mengalami margin call maka lebih baik posisi ditutup meskipun kita menanggung kerugian 20 point (1.8000 menjadi 1.7980 = -20 point). Aksi ini dinamakan cut loss yaitu menutup posisi yang merugi guna mencegah kerugian yang lebih besar.

Detail Kasus Lainnya:

Tuan A membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8850 dengan jumlah quantity 10000. Tuan A memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900.

Ternyata harga bergerak turun tak menentu hingga kisaran 1.8820.
Dengan segala pertimbangan, Tuan A ingin menutup begitu saja posisinya pada 1.8825. Sehingga Tuan A rugi 25 point (1.8825-1.8850 = -0.0025)

Profit dan Loss dihitung dengan rumus sebagai berikut

Diketahui:
Posisi Close: 1.8825
Posisi Open: 1.8850
Quantity: 10000

Maka:
Profit/Loss = (1.8825 - 1.8850) x 10000
Loss = -0.0025 x 10000
Loss = $-25 (Tuan A mengalami kerugian $25)

2. Switching
Aksi ini mirip dengan cut loss, namun bedanya setelah menutup posisi kita yang merugi, kita
membuka posisi baru dengan arah yang sama dengan pergerakan harga pasar.

Pada kasus yang sama dengan cut loss diatas, maka kita menutup posisi kita di 1.7980 lalu kita membuka sebuah posisi baru Open Sell karena harga cenderung mengalami penurunan. Dengan demikian jikalau harga terus turun katakanlah mencapai 1.7900 maka secara keseluruhan kita mengalami loss 20 point namun memperoleh profit sebesar 80 points (1.7980-1.7900 = 80) sehingga total kita masih memperoleh profit 60 points.

Contoh kasus

Mr. X memperkirakan harga akan NAIK. Jadi untuk mendapat keuntungan dia memutuskan membeli (Buy) dengan harapan harga akan naik sehingga dia bisa menjual dengan harga yang lebih mahal dan mendapat selisih Keuntungan. Tapi ternyata bukannya naik, malah TURUN harganya.

Dan setelah analisa ulang, Mr. X berkesimpulan perkiraannya bahwa harga akan naik ternyata SALAH. Jadi apa yang harus dia lakukan ? Daripada melawan harga pasar dan menderita kerugian, lagipula harga akan turun lebih jauh dari sekarang Dia memutuskan menutup posisi Buy nya yang merugi dan kemudian membuka posisi baru Sell (dengan harapan harga akan turun). Dan ternyata harga terus turun sehingga dia mengalami keuntungan melebihi kerugian yang diterima di posisi Buy yang dia tutup sebelumnya. Kemudian dia menutup posisi Sell tersebut dan menerima keuntungan.

Tips Untuk Anda:
* Lakukan hanya bila prediksi keuntungan switching melebihi
nilai kerugian posisi pertama yang akan ditutup.
* Kalau ternyata harga berubah ternyata sesuai dengan
prediksi pertama, maka anda akan menderita kerugian
2 kali, yaitu posisi pertama dan posisi kedua juga

Detail Kasus:

Tuan A membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8850 dengan jumlah Quantity 30000. Tuan A memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900. Ternyata harga bergerak turun tak menentu hingga kisaran 1.8820. Dengan segala pertimbangan, Tuan A ingin menutup begitu saja posisinya pada 1.8825. Sehingga Tuan A rugi 25 point (1.8825-1.8850 = -0.0025)

Diketahui:
Posisi Close: 1.8825
Posisi Open: 1.8850
Quantity: 30000

Maka:
Profit/Loss = (1.8825 - 1.8850) x 30000
Loss = -0.0025 x 30000
Loss = $-75 (Tuan A mengalami kerugian $75)

Kemudian Tuan A menganalisa lagi dan memprediksi harga dan diketahui harga akan terus bergerak turun, maka Tn. A membuka posisi Sell dengan Quantity sebanyak 20000 pada 1.8820. Tak beberapa lama harga terus turun hingga berada di kisaran 1.8730. Pada akhirnya Tn. A menutup posisinya pada 1.8740. Tuan A mendapatkan keuntungan 80 point (1.8820 - 1.8740 = 0.0080)

Profit/Loss = (1.8820 - 1.8740) x 20000
Profit = 0.0080 x 20000
Profit = $160

Keseluruhan hasil dari dua trading tadi adalah
Trading I = -$75
Trading II = $160
Laba = $160 - $75 = $85 atau Rp765.000,- ($1 = Rp 9000)

3. Averaging
Cara ini memerlukan modal ekstra untuk mempertahankan posisi yang telah kita buka yang ternyata bergerak berlawanan dengan harga pasar.

Katakanlah pada kasus yang sama dengan contoh Cut Loss diatas, maka jika kita hendak melakukan aksi averaging maka kita membuka posisi baru namun dalam hal ini tidak seperti switching yang menutup posisi kita yang mengalami kerugian lalu membuka posisi baru yang berlawanan dengan posisi kita yang sebelumnya dengan alasan harga telah bergerak turun. Pada averaging kita tidak menutup posisi kita yang telah dibuka (pada kasus ini Open Buy) lalu bahkan kita menambahinya dengan membuka posisi baru dengan arah yang sama yaitu Open Buy kembali!

Mengapa demikian? Bukankah kita telah melakukan Open Buy sebelumnya dan mengalami kerugian, lalu mengapa kita melakukan Open Buy kembali? Alasannya sederhana, kita berharap karena harga telah turun maka harga akan kembali naik sehingga ketika kita melakukan aksi Open Buy yang kedua diharapkan harga bergerak naik bahkan melampaui Open Buy kita yang pertama sehingga kita memperoleh keuntungan ganda.

Contoh Kasus
Mr. X memprediksi bahwa harga akan naik maka dia membuka posisi Buy. Namun harga ternyata bergerak turun. Mr. X segera menganalisa lagi dan kesimpulannya harga hanya akan turun sesaat dan akan kembali naik sesuai analisa sebelumnya Dia memutuskan membuka posisi buy baru saat harga turun sehingga ketika harga naik kembali dia bukan
hanya memiliki 1 posisi yang profit tapi 2 sekaligus. Ternyata benar, tidak lama kemudian harga naik dan kemudian Mr. X menutup kedua posisi nya tersebut, yang pertama dan yang kedua.

Detail Kasus:

Tuan A membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8850 dengan jumlah Quantity
20000. Tuan A memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa
melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu
dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900.

Ternyata harga terkoreksi dan bergerak turun hingga 1.8825.
Tuan A kembali membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8825 dengan jumlah
10000. Dia juga memasang Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900.

Lalu tak lama kemudian harga kembali terkoreksi dan menyentuh 1.8900.
Dengan demikian Tuan A mendapatkan 2 keuntungan dari 2 posisi yang telah dibuka :

Posisi I :
Profit/Loss = (1.8900 - 1.8850) x 200000
Profit = 0.0050 x 20000
Profit Posisi I = $100

Posisi II :
Profit/Loss = (1.8900 - 1.8825) x 10000
Profit = 0.0075 x 10000
Profit Posisi II = $75

Jumlah Profit kedua posisi : $160 + $75 = $235 atau Rp2.115.000,- ($1 = Rp9000)

Ketiga manajemen resiko diatas sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan. Jadi, betapa sayangnya kita mengalami kerugian hanya karena kita tidak mengetahui hal diatas. Namun apakah dengan mengetahui ketiga manajemen resiko tersebut kita dipastikan tidak pernah mengalami loss?

Jawabannya tentu saja tidak. Kalau Anda cermati, ketiga manajemen resiko diatas bertumpu pada satu hal: kemampuan kita menganalisa pergerakan harga. Ya, memang itulah inti dari forex trading. Manajemen resiko bahkan tidak pernah menjadi efektif apabila kita tidak mampu melakukan analisa dengan benar dan akurat. Jadi, mengetahui analisa adalah keharusan dalam memulai investasi di forex trading.

Masih banyak yang harus dipelajari dalam memasuki dan berinvestasi didunia forex. Kita baru saja mempelajari bagian terluar dari investasi ini. Yang penting Anda belajar dan belajar terus